Jumat, 21 April 2017

Madu Sebagai Obat Terapi Osteoporosis

Mengapa madu membantu mengatasi osteoporosis? Pasien osteoporosis biasanya kekurangan kalsium. Menurut dr Robert Hatibie, ahli gizi di Jakarta, kalsium madu memperbaiki peristaltik di usus dan lambung sehingga penyerapan kalsium berjalan baik. Konsumsi madu juga menstabilkan tekanan darah. 'Madu mengandung ribuan zat gizi yang sifatnya mudah diserap tubuh,' kata dr Robert Hatibie. Makanya madu menjadi salah satu sumber energi tercepat mirip VCO.

Khasiat madu dan propolis terbukti sejak 2.000 tahun silam. Riset-riset terbaru mendukung ini. Kadar glukosa madu relatif rendah seperti hasil penelitian K. Ratnayani dari Jurusan Kimia Universitas Udayana, Denpasar. Kadar glukosa madu randu 27,13%; madu lengkeng, 28,09%. Bandingkan dengan kadar glukosa gula yang mencapai 80%. Artinya, madu relatif aman bagi penderita diabetes mellitus. Riset terbaru menunjukkan bahwa madu juga bersifat antibakteri. Penelitiannya dilakukan Thomas Henle dari Institut Kimia Pangan, Universitas Teknik Dresden, Jerman.



Sifat antibakteri madu berkat senyawa methilglioksal (MGO). 'Makin tinggi kandungan MGO pada madu, makin tinggi pula aktivitasnya melawan bakteri,' kata Kerry Paul, Presiden direktur Madu Manuka Selandia Baru, kepada Trubus. Uji praklinis madu manuka mengenyahkan bakteri Escherichia coli penyebab diare dan bakteri Staphylococcus aureus penyebab intoksitasi atau keracunan dan berbagai infeksi seperti jerawat, bisul, serta pneumonia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar